Pengertian AGC Blog: Auto Generated Content

Share:

FB Google+ Twitter

Pengertian AGC Blog: Auto Generated Content
Pernah mencari dan menemukan posting yang ingin dibaca di SERPs, eh begitu dibuka ternyata nggak tersedia di blog?

Itulah yang dinamakan AGC blog, singkatan dari Auto Generated Content.

Saya sendiri nggak tahu pasti apakah teknik AGC blog bisa dibuat dan dipasangkan di blogger (blogspot) karena kebanyakan situs web berplatform WordPress yang menggunakan AGC.

Bisa jadi situs berplatform WP tersebut menggunakan plugin AGC blog? Bisa jadi.

Secara lebih jelas, apa itu AGC blog? Apa untung dan rugi AGC blog serta cara membuat dan memasang AGC pada situs?

Definisi AGC: Auto Generated Content

Istilah lain AGC blog adalah Search Result in Search Result, Scraped Content, Scrappe Content atau blog putar-putar.

Arti dan maksudnya ialah pemilik dari situs web tersebut memanipulasikan kata kunci (keyword) pada laman blognya sehingga algoritma mesin pencari menampilkannya di SERPs (sesuai dengan kata kunci yang kita ketik).

Namun setelah dibuka, ternyata posting tersebut nggak ada.

Bahkan kita diarahkan ke sebuah laman blog yang menampilkan "pencarian tidak ada"; seolah2 kita baru saja mencari artikel tersebut di kotak pencarian yang ada di dalam blog tersebut.

Seperti yang saya kutip langsung dari laman resmi Google, Automatically Generated Content menerangkan bahwa:

Automatically generated-or "auto-generated"-content is content that’s been generated programmatically. Often this will consist of paragraphs of random text that make no sense to the reader but which may contain search keywords.

Some examples of auto-generated content include:
  1. Text translated by an automated tool without human review or curation before publishing
  2. Text generated through automated processes, such as Markov chains
  3. Text generated using automated synonymizing or obfuscation techniques
  4. Text generated from scraping Atom/RSS feeds or search results
  5. Stitching or combining content from different web pages without adding sufficient value

Singkatnya ciri-ciri blog yang menggunakan metode atau teknik AGC ini ialah blog yang membuat kita berputar2, tidak ada ujungnya, judul artikel muncul di SERPs namun ketika diakses malah tidak tersedia di situs tersebut.

AGC ini beda dengan posting yang telah dihapus namun judul artikel tetap dimunculkan di hasi pencarian penelusuran.

Sebuah artikel, posting atau konten blog ketika sudah dihapus akan mengalami penurunan ranking secara otomatis di SERPs. Itu konten yang sudah dihapus.

Ya balik lagi ke topik utama kita, namanya juga AGC - Auto Generated Content. Teknik AGC ini pun tetap menampilkan posting "bayangan" tersebut meski pun posisinya di Page-One.

Jadi beda dengan yang saya maksudkan diatas tadi.

Ingat gan... AGC itu sangat rentan. Rawan di banned oleh mesin pencari mana pun, apalagi Google. Mudah diketahui, ditemukan dan blog langsung dihapus begitu saja.

Apakah AGC merupakan Teknik SEO yang Bagus?
Nggak. AGC merupakan bagian dari Black Hat SEO. Artinya optimasi SEO yang dilarang dan digunakan oleh berbagai mesin pencari.

Memang kalau dilihat secara pribadi, menggunakan AGC blog memang sangat menguntungkan. Blog sudah pasti mendapatkan atau memiliki trafik organik dengan sangat cepat.

Namun resiko menggunakan AGC blog sangat bahaya. Agan harus siap merelakan blog tersebut apabila sewaktu2 dihapus.

Organic Traffic ialah pengunjung yang berasal dari search engine sesuai dengan kata kunci yang diketik. Selengkapnya baca DISINI.

Saya baru menyadari kalo AGC blog ini sudah ada sejak tahun 2012. Nggak diketahui bagaimana awal mula dan sejarahnya tercipta AGC ini.

Saat ini pun banyak blogger yang mencoba menggunakan teknik ini dengan mengharapkan penghasilan Google AdSense bisa meningkat secara drastis.

Namun itu keliru.

AGC sudah jelas2 dilarang dan melanggar TOS search engine mana pun.

Kini banyak blogger sukses yang mengaku sukses dan mengadakan seminar dengan judul materi "Mendapatkan Uang dari Google AdSense itu Mudah". Duh. Materinya itu salah. Nggak usah percaya.

Banyak juga kok forum2 SEO yang mengatakan AGC ini berbahaya bagi keamanan blog.

Apakah Blog akan Terkena Banned?

Mari kita merujuk ke Searchenginewatch: Google Will Take Action yang menerangkan bahwa blog bisa saja di banned oleh Google apabila terdeteksi dan diketahui menggunakan AGC.

Mungkin nggak masalah kalau memang dihapus atau di de-indeks karena memang itu konsekuensinya.

Namun yang sangat disayangkan itu ialah akun AdSense - baik itu Hosted apalagi yang Non-Hosted. Waduh. Bahaya banget.

Cara Melaporkan Blog AGC ke Google

Kita yang merasa tertipu tentu sangat kesal. Google dengan baik hati sudah menyediakan layanan bagi kita untuk lapor blog AGC ke Google Webspam.

Kita bisa melihat banyak daftar yang bisa dijadikan sebagai awal bentuk laporan, apakah terindikasi dengan jual-beli link, konten yang tidak pantas, website terinfeksi malware, pelanggaran terhadap produk Google, sesuatu yang salah, permasalahan hak cipta (baik personal, pribadi dan lainnya), halaman phising dan cuplikan kaya (rich snippets).

Ikuti saja langkah demi langkah yang sudah ditampilkan.

Prosesnya sendiri memakan waktu yang tidak tentu, bisa satu hari atau berhari-hari lamanya, sebab saya sendiri belum pernah melaporkan hal-hal demikian.

Cara Membuat Blog AGC

Saya sudah coba Googling dan blog-walking dibeberapa forum blogging, terutama Ads.id (ade-es-ai-di).

Susah menemukan tutorial buat blog seperti ini karena tahapannya yang sulit. Kebanyakan untuk menggunakan jasa ini kita harus membayar si pembuat blog AGC.

Yang saya tahu kita harus menggunakan WordPress terlebih dahulu, di convert ke Blogspot lalu d impor lagi ke Blogspot.

Itu yang mau menggunakan blogspot sebagai ladang blog AGC.

Kalau memang pakai WP ya nggak perlu melakukan itu lagi. Mungkin memang ada plugin AGC blog yang sudah disediakan? Mungkin saja.
Kelebihan dan Kekurangan Auto Generated Content

Blog AGC ini pada dasarnya hanya memikirkan keuntungan diri sendiri, sedangkan pengunjung tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Adapun keuntungan dan kerugian tersebut ialah:

Pada dasarnya trafik memang meledak namun akan sangat rentan di banned oleh iklan PPC

Hosting akan mengalami suspend karena daya ledakan pengunjung yang tidak bisa di ukur (tak terhingga), sehingga kita harus meningkatkan hosting (upgrade hosting) yang menyediakan resource yang lebih besar; dan

Pembuatan blog AGC ini tampaklah sia-sia, sebab rentan non-indeks (atau de-indeks) oleh search engine, dan apabila sudah terjadi, blog tersebut sudah saatnya untuk di hapus oleh si pemilik.

Perbedaan Blog AGC dan Auto-Blog

Kalau blog AGC lebih fokus ke manipulasi kata kunci pada halaman blog sedangkan auto-blog adalah sebuah blog yang memanfaatkan RSS Feed blog lain untuk menciptakan posting di blognya.

Jadi ketika sebuah blog induk melakukan update, maka blog (auto-blog) itu akan ikutan update juga.

Ada banyak teman-teman saya yang tahu bagaimana cara membuat auto-blog ini, namun karena saya pikir ini nggak lain adalah bentuk lain dari copy paste artikel, saya rasa nggak perlu dibagikan.

Jika pun dipelajari, toh nggak ada untungnya untuk diterapkan di blog.*

Blogger pemula (/Newbie-Class) - Menulis semaunya & semampunya karena ingin berarti bagi banyak orang. Gaspol!

Labels: Blogger, SEO

Thanks for reading Pengertian AGC Blog: Auto Generated Content. Jika dirasa berguna, silahkan share ke sosial media.

Share:

FB Google+ Twitter

0 Response to "Pengertian AGC Blog: Auto Generated Content"

Post a Comment

If you find any errors in this article, please comment.