Pengertian AGC pada Blog, Auto Generated Content

Dalam beberapa kasus, kita sering menemukan sebuah blog yang menampilkan artikel yang ingin kita kunjungi di hasil penelusuran search engine. Namun, setelah dibuka, ternyata artikel tersebut tidak tersedia sama sekali.

Saya sendiri tidak tahu pasti apakah teknik AGC ini bisa di buat atau dipasangkan di blogspot (blogger), karena kebanyakan situs yang menggunakan teknik ini biasanya menggunakan platform WordPress. Mungkin dengan bantuan Plugin? Bisa jadi.

Pengertian AGC pada Blog, Auto Generated Content

Nah, itulah yang dinamakan Auto Generated Content. Lalu, apa itu AGC (Auto Generated Content) pada blog? Apa keuntungan dan kerugian serta bagaimana cara membuat dan memasangnya pada situs?

Pengertian AGC pada Blog, Auto Generated Content


Istilah lain dari AGC ini adalah Search Result in Search Result, Scraped (Scrappe) Content atau blog putar-putar, yang memungkinkan kita sebagai pemilik blog untuk memanipulasi kata kunci pada halaman blog sehingga ujung-ujungnya berdampak pada tingginya trafik blog.

Seperti yang dikutip dari laman resmi Google, Automatically Generated Content menerangkan bahwa:

Automatically generated-or "auto-generated"-content is content that’s been generated programmatically. Often this will consist of paragraphs of random text that make no sense to the reader but which may contain search keywords.

Some examples of auto-generated content include:



  • Text translated by an automated tool without human review or curation before publishing
  • Text generated through automated processes, such as Markov chains
  • Text generated using automated synonymizing or obfuscation techniques
  • Text generated from scraping Atom/RSS feeds or search results
  • Stitching or combining content from different web pages without adding sufficient value

Sebagai gambaran, kalian mengetik kata kunci "Cara Membuat Kue", artikel tersebut ditayangkan di search engine. Pada saat itu pula kalian langsung mengunjungi blog tersebut. Ternyata, artikel yang dimaksud tidak ada, bukankah sebelumnya kalian sudah menemukan judul yang sesuai dengan apa yang kalian ketik di search engine tadi? Inilah AGC.

Intinya seperti ini, pengertian Auto-Generated Content itu berputar-putar dan tidak ada ujungnya, situs ini nantinya akan bisa menampilkan berbagai artikel apapun di search engine dan setelah dikunjungi, artikel tersebut tidak ada. Bisa dikatakan pula, AGC ini adalah suatu bentuk mesin pencari di dalam mesin pencari.

Apakah AGC ini Teknik SEO?

Secara pribadi saya menyebutnya sebagai salah satu teknik black hat seo (bukan white hat seo), atau teknik optimasi yang dilarang oleh search engine mana pun, termasuk Google, Bing, Yahoo maupun Yandex.

Sebab, dengan menggunakan teknik ini, sebenarnya kita telah meningkatkan trafik organik secara mendadak. AGC pun tampaknya tidak seo friendly sebab tidak peduli pengunjung tersebut akan merasa tertipu, marah atau kesal. Yang penting, trafik organik.

Trafik organik adalah pengunjung blog yang berasal dari search engine dengan keyword yang di ketik. Selengkapnya bisa simak disini, pengertian trafik organik pada website.

Fenomena Auto-Generated Content

Saya baru menyadari bahwa AGC ini sudah ada sejak tahun 2012. Tidak diketahui bagaimana awal mula dan sejarahnya tercipta AGC ini. Kini, banyak blogger yang mencoba menggunakan teknik ini dengan mengharapkan penghasilan google adsense agar meningkat drastis.

Apakah iya dengan AGC ini bisa meningkatkan pendapatan GA dengan aman? Masalahnya, banyak forum-forum yang telah membahas ini bahwa teknik AGC ini sangat berbahaya bagi akun google adsense, bisa-bisa di banned.

Kini, kita juga banyak menemukan yang menyebut dirinya sebagai blogger sukses dan mengadakan seminar bahwa mendapatkan uang dari google adsense itu mudah. Yap, materi yang diajarkan pada seminar tersebut adalah teknik AGC ini.

Sungguh sangat disayangkan bagi blogger-blogger pemula yang menghadiri seminar tersebut.. Sudah mengeluarkan banyak uang sampai ratusan ribu, malah yang diajarkan adalah suatu tindakan kebodohan pula.

Ya, saya menganggapnya ini suatu kebodohan. Bagaimana dengan teman-teman sekalian?

Apakah Blog akan Terkena Banned?

Mari kita merujuk ke Searchenginewatch: Google Will Take Action yang menerangkan perihal ini. Dengan memanfaatkan google translate dengan hasil yang acak-acakan, saya menemukan bahwa blog bisa saja di banned oleh Google apabila terpasang AGC.

Mungkin tidak masalah bagi blog kalau memang blog tersebut di hapus atau di de-index oleh Google, toh memang itu resiko dan konsekuensinya. Tapi, yang cukup disayangkan adalah akun google adsense itu sendiri. Sekalinya di banned, tentu tidak akan bisa dikembalikan lagi.

Cara Melaporkan Blog AGC ke Google

Kita yang merasa tertipu tentu sangat kesal terhadap apa yang terjadi dengan kita. Disini, Google mencoba membantu kita dengan menyediakan laman untuk melaporkan blog spam, yakni Google Webspam.

Kita bisa melihat banyak daftar yang bisa dijadikan sebagai awal bentuk laporan, apakah terindikasi dengan jual-beli link, konten yang tidak pantas, website terinfeksi malware, pelanggaran terhadap produk Google, sesuatu yang salah, permasalahan hak cipta (baik personal, pribadi dan lainnya), halaman phising dan cuplikan kaya (rich snippets).

Ikuti saja langkah demi langkah yang sudah ditampilkan. Prosesnya sendiri memakan waktu yang tidak tentu, bisa satu hari atau berhari-hari lamanya, sebab saya sendiri belum pernah melaporkan hal-hal demikian.

Cara Membuat Blog AGC

Saya sudah coba googling dan blog-walking di beberapa forum blogging, terutama Ads.ID. Susah menemukan tutorial buat blog seperti ini karena tahapannya yang sulit, dan kebanyakan untuk menggunakan jasa ini kita harus membayar si pembuat blog AGC.

Yang saya tahu, kita harus menggunakan WordPress terlebih dahulu, di convert ke Blogspot lalu d impor ke Blogspot. Ini yang mau menggunakan blogspot sebagai ladang blog AGC.

Kalau memang pakai WP, ya tidak perlu lagi melakukan demikian. Mungkin memang ada plugin yang sudah disediakan? Mungkin saja.

Kelebihan dan Kekurangan Auto Generated Content

Blog AGC ini pada dasarnya hanya memikirkan keuntungan diri sendiri, sedangkan pengunjung tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Adapun keuntungan dan kerugian tersebut ialah:

  • Pada dasarnya, trafik memang meledak namun akan sangat rentan di banned oleh iklan PPC
  • Hosting akan mengalami suspend karena daya ledakan pengunjung yang tidak bisa di ukur (tak terhingga), sehingga kita harus meningkatkan hosting (upgrade hosting) yang menyediakan resource yang lebih besar; dan
  • Pembuatan blog AGC ini tampaklah sia-sia, sebab rentan non-indeks (atau de-indeks) oleh search engine, dan apabila sudah terjadi, blog tersebut sudah saatnya untuk di hapus oleh si pemilik.

Perbedaan Blog AGC dan Auto-Blog

Kalau blog AGC lebih fokus ke manipulasi kata kunci pada halaman blog, sedangkan auto-blog adalah sebuah blog yang memanfaatkan RSS Feed blog lain untuk menciptakan posting di blognya.

Jadi, ketika sebuah blog induk melakukan update, maka blog (auto-blog) itu akan ikutan update juga.

Ada banyak teman-teman saya yang tahu bagaimana cara membuat auto-blog ini, namun karena saya pikir ini tidak lain adalah bentuk lain dari copy paste artikel, saya rasa tidak perlu dipelajari. Jika pun dipelajari, toh tidak ada untungnya untuk diterapkan di blog.

Kalau ada yang kurang, mohon informasinya gan. Thanks.*

» Terima kasih sudah mau membaca konten Pengertian AGC pada Blog, Auto Generated Content. Jika dirasa sangat berguna, mungkin bisa di share oleh para pembaca :)

0 Response to "Pengertian AGC pada Blog, Auto Generated Content"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar sesuai dengan topik artikel.
Nama komentator dan isi komentar yang mengandung SARA, Iklan/Promo dan menyertakan Link tidak akan dipublikasikan.